Vicky dan dylan , dua sahabat yang baik hati

Di sebuah kota, bernama kota Rheiin, hiduplah sepasang sahabat yang hidup sederhana, nama nya, Vicky dan Dylan. Sejak berumur 5 tahun, mereka hidup sebatang kara, sehingga, kejadian ini membuat Vicky dan Dylan harus hidup mandiri, tidak mengandalkan orang lain, dan saling bahu- membahu.

Mereka tinggal di gubuk kecil peninggalan keluarga Vicky. Dan bekerja sebagai pengamen keliling, Si cantik Vicky menyanyi, dan Si tomboy Dylan bermain Gitar peninggalan kakaknya.

”Dylan, berapa uang yang kita dapatkan? Apakah cukup untuk makan kita hari ini?” tanya Vicky yang sedari tadi hanya mengelus perutnya.

“ Lumayan… cukup untuk membeli tempura di dekat sana.”

“Tetapi, tempura di sana cukup mahal, sebaiknya kita membeli 2 potong roti, dan sisanya kita tabung?” jawab Vicky bijak.

“Terserah kamu aja, aku hanya ikut makan… oke? Kan yang bertugas hari ini kamu…” Dylan tertawa,

“Uuummm,, tunggu di sini, aku akan beli 2 potong roti di kedai itu” Vicky pun pergi. Setelah itu, Vicky bertemu dengan anak-anak yang umurnya masih dibawah dia, bajunya kumal, dan berlari dengan membawa boneka, dan anak itu langsung bersembunyi di belakang Vicky.

“Hei dik, kenapa?” tanya Vicky.

“Huhuhu…. Aku dikejar preman itu kak” anak itu menunjuk preman yang dikatakannya. Vicky melihat ke arah preman yang berada di depan gang mereka. Mereka pun berlari kearah Dylan. Dan Vicky pun langsung mengisyaratkan Dylan untuk berlari ke gubuk mereka. Setelah sampai di gubuk, mereka langsung masuk ke dalam.

“Kenapa? Dan, siapa anak ini?” tanya Dylan yang kelihatannya capek sekali.

“Aku tidak tahu siapa ini, tadi, anak ini dikejar-kejar oleh preman pasar” jawab Vicky,

“Dik, siapa nama mu?” tanya Dylan,

“Huuaaaahhhhh… hiks… hiks…” tetapi, anak itu langsung menangis,

“Hahaha… Dasar Dylan! Kerjanya buat anak kecil menangis melulu! biar nanti, aku saja yang tanya, sekarang, kita makan saja dulu” mereka bertiga pun makan. Anak kecil tadi, makan dengan lahapnya, sampai – sampai, Dylan hanya melongo melihatnya. Dia makan lahap sekali. Bisik Dylan kepada Vicky, mereka pun nyengir. Setelah kenyang, anak itu pun tertidur.

“Dylan, sini dulu!” Vicky memanggil Dylan yang matanya setengah mengantuk.

”ada apa? Hooaaamh” jawabnya mengantuk.

“lihat kalung ini! Kau tahu kan, kalung seperti ini mahal, dan yang punya hanya….” Vicky berhenti berkata.

“hanya apa?” tanya Dylan enteng. Mereka pun terdiam, dan akhirnya bertatapan muka,

“HANYA KELUARGA CASSANOVA?” sahut mereka berdua.

“coba kau lihat namanya,“ suruh Vicky,

“amy Van Cassanova” sahut Dylan.

“aku tak percaya!”

“aku juga, sekarang, apa yang harus kita lakukan?”

“kita balikin kekeluarganya saja?” Dylan menggigit bibirnya.

“jangan! Dia pasti trauma, sebaiknya kita tunggu waktu yang tepat, dan mengajaknya pulang, kau mau?” tanya Vicky, tapi, sayangnya, Dylan telah tidur duluan.

“huh! Dikacangin lagi! Ya sudah, aku mau tidur juga deh, hoooammh” dan mereka bertiga pun tidur dengan lelap.

“can you meet me half way, right at the boarderline that’s where im gonna wait for you I’ll be lookin out night n’ day, took my heart to the limit, and this is where I’ll stay, oooooh,, oooohh I cant go any further then this, ooooohh,oooooh I want you so bad is my only wish” Vicky menyanyi di sebuah kedai kopi, Dylan menjadi gitarisnya, dan Amy, anak dari Raja dan Ratu Cassanova itu harus berubah sementara. Dia memakai topi kepunyaan Dylan, dan memakai baju tertutup, supaya tidak dikenal oleh banyak orang.

Hari- hari pun berlalu, Amy sekarang sudah dekat dengan Vicky dan Dylan, Amy pun sudah menganggap Vicky dan Dylan sebagai kakak mereka.

“Dylan….” Sahut Vicky pelan,

“apa?”

“sebaiknya kita katakan saja sekarang”

“tapi… kita harus membuat surprise, agar dia senang, mau?” ajak Dylan,

Vicky mengangguk,

“amy….. kakak mau ajak amy jalan-jalan, mau ikut tidak?”  Vicky merayu,

“mau kak, kita pergi yuk!” amy pun menarik tangan Vicky dan Dylan, dan mereka pun berjalan kearah Istana Cassanova.

“kak, sepertinya, aku kenal tempat ini deh….” Amy sepertinya masih bingung, Dylan dan Vicky hanya senyum- senyum sendiri.

“tunggu, kakak mau ngasih Amy sesuatu” Dylan pun langsung menutup mata Amy dengan menggunakan sapu tangan. Dan berjalan kearah Istana, setelah sampai di depan pintu gerbang kerajaan, mereka langsung di tolak oleh 2 pengawal kerajaan.

“SSSIIIIINNGGG” bunyi pedang mereka menutup pintu gerbang.

Vicky menjadi takut, tapi, Dylan tetap tenang –tenang saja.

“ tolong, bukakan jalan kepada kami” sahut Dylan tenang,

“maaf, kami tak bisa membukakan pintu, karena bajumu yang kumal dan kotor, serta kau bukan bagian dari kerajaan ini,” jawab sang  pengawal,

“kau tahu siapa yang kami bawa?” tanya Dylan kepada mereka,

“tidak, memang siapa yang kau bawa?”

“dia adalah penyihir kecil! Yang akan membuat kota ini hancur! Oleh karena itu , kami ingin melapor kepada Raja. Masih berani tidak membukakan pintu?” Sahut Dylan berbohong,

“b..bbb….baaik lah kalau begitu, silahkan masuk” jawab pengawal itu,

Mereka pun masuk, dan menemui Raja dan Ratu Cassanova,

“maaf Raja dan Ratu…” kata Dylan,

“kamu siapa?” tanya Ratu,

“saya Dylan dan ini teman saya, Vicky”

“lalu, yang kau bawa itu siapa?” tanya raja

“ini adalah teman kami juga, dan apakah benar Raja dan Ratu kehilangan amy?”

“kau tahu amy? Di mana dia?” sahut ratu lagi

“dia disini Ratu,”

Mereka pun akhirnya harus melepaskan amy,

“amy, hadiah yang kakak bilang itu, ada di depan kamu,” Dylan pun melepaskan sapu tangan yang ada di mata amy, lalu, amy pun segera berlari menuju Ibu dan ayahnya, Vicky pun  berbisik kepada Dylan, sebaiknya, kita pergi dari sini, karna, tak sebaiknya kita menganggu orang lain yang sedang senang.

Mereka pun, pergi meninggalkan istana, tetapi sebelum mereka keluar dari pintu,

“tunggu… kata amy, kalian adalah penyanyi yang hebat, maukah kalian menjadi anak angkat, sekaligus penyanyi di istana ini?” tanya Ratu,

Dylan dan Vicky pun bertatapan muka,

“tentu saja, terima kasih ratu..”

Dan akhirnya mereka pun hidup tenang dan bahagia, bersama amy, dan keluarga cassanova.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s